Selasa, 11 Juni 2013

Keterampilan Berbicara Menjadi Sebuah Profesi


Melatih Keterampilan Berbicara Menjadi Sebuah Profesi
Oleh
Qoriyanti, dkk.
511200170
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP-PGRI Pontianak
Jalan Ampera, Kota Baru Pontianak 78116

Abstrak:  Berbicara merupakan proses mengucapkan bunyi-bunyi bahasa serta artikulasi. Berbicara juga merupakan kegiatan komunikasi untuk menyampaikan informasi baik berupa ide, gagasan, maupun pendapat kepada orang lain. Keterampilan berbicara haruslah dilatih agar dapat berbicara dengan baik. Pada dasarnya pembicara handal adalah orang yang ketika berbicara baik formal maupun informal memiliki daya tarik dengan isi pembicaraan yang efektif. Oleh karena itu, keterampilan berbicara haruslah dilatih secara terus-menerus agar dapat berbicara dengan baik.
Kata Kunci: berbicara, MC (Master of Ceremony), moderator, presenter, host.

     Keterampilan berbicara merupakan satu di antara 4 aspek dalam berbahasa. Berbicara merupakan bentuk komunikasi manusia yang paling mendasar, yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berbicara juga merupakan alat komunikasi antarindividu dalam lingkungan masyarakat. Meskipun setiap hari kita berbicara, dan ada baiknya kita tetap berlatih agar dapat berbicara dengan baik. Alasannya sederhana, jalan menuju sukses, baik di bidang sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya dapat dilalui dengan berbicara. Oleh karena itu, berbicara merupakan kenikmatan hidup terbesar.
     Kemampuan berbicara sebenarnya terbukti dapat menghasilkan uang. Beragam profesi yang dapat dilakukan dengan berbicara seperti penyiar, presenter, MC, dan sebagainya. Walaupun banyak orang bisa berbicara, tetapi tidak semuanya berani berbicara di depan umum dan dapat berkomunikasi atau menyampaikan ide,  gagasan, maupun pendapat dengan baik. Mereka tidak percaya diri berbicara di depan umum. Orang yang kesehariannya cerewet luar biasa, dan kalau berbicara hampir tidak bisa dihentikan, dalam banyak kasus tidak mampu berbicara depan umum, ketakutan berbicara menduduki tingkat yang lebih tinggi.
     Banyak orang beranggapan bahwa kemampuan berbicara di depan umum adalah bakat alam. Ada orang yang memang berbakat dan ada orang yang tidak berbakat. Orang-orang ini beranggapan bahwa pembicara terkenal sudah dari kecil pandai berbicara di depan umum. Namun, fakta menunjukkan lain, banyak berbicara hebat yang takut berbicara di depan umum. Mereka menjadi hebat karena belajar serius, mengamati pembicara sukses, mecobanya, dan belajar dari kegagalan dan keberhasilan.
     Disadari bahwa keterampilan berbicara seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor penunjang utama yaitu internal dan eksternal. Faktor internal adalah segala sesuatu potensi yang ada pada diri , baik fisik maupun nonfisik. Faktor fisik menyangkut dengan kesempurnaan organ-organ tubuh yang digunakan di dalam berbicara misalnya, pita suara, lidah, gigi, dan bibir, sedangkan faktor nonfisik di antaranya adalah kepribadian, karakter, bakat, temperamen, cara berpikir dan tingkat intelegensi. Faktor eksternal misalnya tingkat pendidikan, kebiasaan, dan lingkungan pergaulan. Namun demikian, keterampilan atau kemampuan berbicara tidaklah dapat diperoleh secara otomatis, melainkan harus dilatih agar kemampuan atau keterampilan tersebut dapat berkembang dengan baik.
     Keterampilan berbicara dapat digunakan sebagai suatu profesi, yang terpenting adalah tanamkan dalam diri untuk mau berlatih berbicara agar mampu menyampaikan informasi, ide, gagasan, maupun pendapat dengan baik.
     Tujuan pembuatan artikel ini adalah agar kita mampu berbicara di depan umum baik itu menjadi MC, penyiar, moderator, dan lain sebagainya dengan baik, dan memiliki rasa percaya diri.

     Berdasarkan uraian di atas maka masalah yang akan penulis bahas dalam artikel ini adalah “Bagaimanakah melatih keterampilan berbicara menjadi sebuah profesi?”.
Metode Penelitian
            Metode yang digunakan dalam penelitian ini tekstual deskriptif kualitatif. Artinya menganalisis data yang diperoleh secara detail sehingga dapat diperoleh data-data yang sahih atau valid dalam pembahasan artikel ini.
Pembahasan
   A.    Pengertian Berbicara
     Mulgrave (dalam Tarigan, 2008:16) mengatakan bahwa berbicara adalah suatu alat untuk mengomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak. Berbicara merupakan instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampir-hampir secara langsung apakah sang pembicara memahami atau tidak, baik bahan pembicaraannya maupun para penyimaknya; apakah dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak; pada saat dia mengomunikasikan  gagasan-gagasannya; dan apakah dia waspada serta antusias atau tidak.
     Tarigan (1983: 15) berpendapat bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
     Arsyad (1988: 17) mendeskripsikan berbicara sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau mengucapkan kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
     Berdasarkan beberapa pengertian berbicara menurut para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa berbicara merupakan suatu aktivitas yang dilakukan setiap hari untuk dapat mengomunikasikan ide, gagasan, maupun pendapat kepada orang lain. Dengan berbicara juga diharapkan mampu memberikan manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain seperti mengajak untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat, memberikan motivasi, bahkan menjadi sebuah profesi bagi diri sendiri (penyiar, MC, presenter, dan sebagainya).

B.     Berbicara Sebagai Profesi
1.      Master of Ceremony (MC)
     MC kepanjangan dari Master Ceremony yang artinya penguasa acara, pemandu acara, atau pemimpin acara. MC bertindak sebagai “tuan rumah” (host) suatu acara atau kegiatan. Ia berperan mengumumkan susunan acara dan memerkenalkan orang yang akan tampil mengisi acara. Ia pula yang bertanggung jawab memastikan acara berlangsung lancar dan tepat waktu, serta meriah atau khidmat dari awal hingga akhir.
     Tugas dan peran MC sangat berat. Ia harus memastikan acara berjalan lancar, dan tepat waktu, mengumumkan acara atau susunan acara yang akan berjalan. Menyusun acara dengan baik dan berkoordinasi dengan panitia. MC-lah yang memperkenalkan pembicara (introducing of speaker) atau pengisi acara sebelum mereka tampil di podium dan pengantar materi yang akan disampaikannya. MC adalah orang pertama dan satu-satunya orang yang berhak membuka acara secara resmi kepada hadirin.
     Adapun syarat-syarat untuk menjadi MC adalah.
  a.  Memiliki bakat yang memadai. Untuk menjadi MC yang baik maka harus memiliki bakat yang memadai, hal ini mengacu pada teori bahwa sifat-sifat dan watak manusia yang menjadi MC dipengaruhi oleh warisan biologis yang terdiri dari 3 macam: behaviour, intelligence, dan natural ability. Namun tidak berarti menutup kesempatan bagi yang tidak berbakat untuk menjadi seorang MC.
 b.  Percaya diri. Profesi apapun yang ingin kita tekuni haruslah dilandasi dengan rasa percaya diri, apalagi sebagai seorang MC.
  c.  Pandai beradaptasi. MC harus mampu menumbuhkan suasana yang bersahabat dengan pendengarnya, tidak merasa asing karena sikapnya yang demikian akan menimbulkan image buruk dihadapan pendengarnya.
  d.   Etika yang baik. Kepribadian yang baik dengan memperhatikan setiap tindak atau perilaku dan sopan santun mewarnai kehidupan dan aktifitas kita. Etika yang baik akan menguntungkan bagi MC tersebut, karena menimbulkan rasa kagum dan keberadaannya diterima oleh pendengar.
  e.   Kemampuan olah suara yang baik. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah olah suara atau vokal yang
      baik dan jelas sehingga dapat dipahami oleh pendengar.
  f.    Penguasaan bahasa yang baik dan benar. Setiap Mc dituntut untuk mampu mengucapkan bunyi-bunyi kata
     maupun kalimat dari bahasa manapun dengan baik dan benar, hal ini bisa dilatih dengan banyak membaca
     dan menyimak.
  g.  Memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas.
  h. Menggunakan gerak tubuh serta mimik wajah dengan baik. Karena seorang MC menjadi pusat perhatian pendengar, maka gerak tubuh haruslah baik, disaat duduk, berdiri, menyampaikan acara dan berbicara.
   i.   Kreatif dan penuh inisiatif serta mampu berfikir cepat dan tepat.
  j.  Mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi pendengarnya dengan sedikit memberikan humor. Sikap riang dan menyenangkan akan mengurangi suasana yang kaku, bosan dan kurang bersahabat.

2.      Moderator
     Kata “moderator” bukanlah sebuah istilah asing bagi kita. Istilah ini biasanya muncul dalam kegiatan diskusi dan debat. Moderator adalah orang yang memimpin, mengatur, dan memandu suatu kegiatan diskusi. Moderator seering kita jumpai pada acara diskusi atau debat.
     Berdasarkan  pengertian di atas dapat diketahui bahwa tugas seorang moderator adalah memimpin, mengatur, dan memandu kegiatan diskusi atau debat. Memimpin bearti seorang moderator adalah orang yang paling berkuasa dalam kegiatan diskusi atau debat yang dipimpinnya. Moderator mempunyai hak untuk memilih siapa yang bertanya kepada penyaji. Moderatorlah yang  mengatur jalannya diskusi. Modrator sebaiknya menyamaikan “aturan main” sebelum kegiatan diskusi atau debat dimulai. Aturan main di sini misalnya berapa lama penyaji menyampaikan materi, dan menentukan jumlah sesi pertanyaan. Moderator tidak oleh pergi meninggalkan acara diskusi sebelum acara tersebut ditutup. Moderator dapat membuat suasanan menjadi santai atau tegang.
     Syarat-syarat menjadi moderator adalah
  a.       Penampilan. Dengan penampilan yang menarik, penonton atau pendengar tidak meras bosan.
  b.      Sikap. Sika moderator hendaknya mampu menjadi penghubung antara kepentingan pendengar dan penyaji
        pada saat diskusi atau debat berlangsung.
  c.       Bahasa. Mampu menggunakan bahasa dengan baik dan benar agar apa yang disampaikan dapat dipahami
        dengan bak oleh pendengar.
  d.      Seorang pembawa acara dituntut memiliki wawasan yang luas.

3.      Presenter atau Host
     Presenter atau host artinya adalah seorang yang membawakan suatu acara. Acara tersebut bermacam-macam seperti musik, gosip, kuis, magazine, feature,olahraga, game show dan sebagainya. Seorang presenter atau host boleh menambah daya tarik dari materi yang disajikan lewat kata-katanya. Presenter atau host adalah orang yang membawakan dan menyampaikan informasi, atau narasi dalam sebuah program acara.
     Presenter atau host adalah orang yang bekerja dengan mengandalkan suara dan kemampuan bahasa dilengkapi dengan keterampilan dalam membawakan suatu acara. Sebagai seorang yang menyajikan sesuatu, presenter bertindak sebagai teman, bukan sebagai orang asing. Seorang presenter atau host mampu menyajikan suatu program dengan sikapnya yang ramah, tidak congkak, tidak keras kepala, terbuka, dan bersikap manis. Dengan demikian, penyimak akan merasa senang, dan selalu memerhatikannya.
     Banyak orang lebih suka memilih program informasi pada stasiun televisi tertentu karena alasan presenter atau host-nya. Kredibilitas presenter atau host dapat menjadi aset penting suatu stasiun televisi. Kemampuan seorang presenter atau host dalam membawakan sebuah acara, berpengaruh terhadap kesuksesan acara tersebut. Dalam dunia penyiaran televisi dikenal beberapa jenis presenter acara, yaitu:
  a. Continuity Presenter. Presenter jenis ini adalah mereka yang bertugas mengantarkan acara-acara televisi kepada pemirsa. Mereka berfungsi sebagai jeda atau dari satu acara ke acara lainnya. Penampilan mereka sangat santai. Biasanya mereka akan sedikit mengulas materi acara yang segera hadir, dengan tujuan yang mengajak dan menambat pemirsa agar tidak mengganti channel ke stasiun televisi lain. Selain itu, presenter ini sering juga memberikan kiat khusus yang berkaitan dengan aktivitas penonton sehari-hari. Keberadaan continuity presenter ini cukup membantu memasarkan sebuah acara. Sebab dengan sapaan dan ajakan mereka untuk menonton sebuah acara, mereka mencoba mengikat pemirsa.
  b. Host. Host secara umum diartikan sebagai orang yang memegang suatu acara tertentu. Keberadaan host biasanya identik dengan acara yang dibawakannya. Kehadiran seorang host yang berkarakter akan menjadi daya tarik sebuah acara yang dipilih berdasarkan integritas dan karakternya.
  c.  Anchor. Istilah anchor diberikan pada seseorang yang membawakan atau menyajikan berita. Pada radio dan televisi, faktor penyaji berita memegang peranan penting dalam menyampaikan naskah berita pada pemirsa. Isi berita harus jelas dan komunikatif.
Syarat-syarat menjadi presenter atau host adalah
   1)   Penampilan yang baik dan perlu didukung oleh watak dan pengalaman.
   2)   Kecerdasan pikiran yang meliputi pengetahuan umum, penguasaan bahasa, daya penyesuaian, dan daya
       ingat yang kuat.
   3)   Keramahan yang tidak berlebihan.
   4)   Menggunakan suara dengan jelas, sehingga mudah dipahami.
   5)   Memiliki wibawa.
   6)   Mengetahui dengan pasti kelebihan-kelebihan dirinya yang dapat dipakai sebagai modal untuk ditonjolkan
       dan dipublikasikan. Jadi harus punya rasa percaya diri.
   7)  Penentuan kepribadian. Penentu kepribadian hendaknya ditentukan pertama kali saat akan memulai karier,
       sebagai contoh mau memilih kepribadian yang serius atau humoris. Selanjutnya harus konsisten dengan
       pilihan tersebut guna memilih acara-acara yang sesuai dengan kepribadian yang ingin ditonjolkan.
   8)   Karakter yang baik. Menjaga sikap-sikap tertentu agar mendapat kepercayaan rekan bisnis seperti tepat
        waktu, disiplin, selektif terhadap pemilihan acara dan sebagainya.
    9)  Pengaturan waktu. Engaturan waktu adalah aspek yang harus diperhatikan oleh seorang presenter.
  10)  Sosialisasi. Bersosialisasilah di mana saja sehingga orang tidak lupa dengan kita dan tetapi ingat dengan
        kita.

Simpulan
Berbicara adalah suatu aktivitas sehari-hari yang digunakan untuk berkomunikasi antarindividu dalam lingkungan masyarakat. Berbicara juga merupakan suatu kegiatan menyamapaikan ide, gagasan, maupun pendapata kepada orang lain untuk memperoleh ketenangan, kesenangan, mengutarakan perasaan, dan sebagainya. Kegiatan berbicara sebenarnya bisa dikembangkan menjadi sebuah profesi. Profesi tersebut seperti MC, presenter atau host, moderator, dan sebagainya. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara menjadi sebuah profesi, maka keterampilan berbicara harusla dilatih agar dalam penyampaian pesan, ide, gagasan, maupun pendapat dapat disampaikan dengan baik, dan mudah dipahami pendengar.


Saran
     Segala sesuatu yang akan kita lakukan bermula dari apa yang kita pikirkan. Demikian juga dengan berbicara di depan umum. Oleh karena itu, teruslah berlatih untuk menjadi pembicara yang baik dan dapat memberikan motivasi serta pemahaman kepada pendengar. Tumbuhkan rasa percaya diri pada saat berbicara di depan umum baik ketika menjadi seorang MC, penyiar, moderator, presenter atau host, dan sebagainya.

  

DAFTAR PUSTAKA

Hamdani, Kaisar. (2012). Panduan Sukses Public Seaking Dahsyat Memukau. Yogyakarta: Araska.

Hasan. (2011). Definisi Berbicara. Tersedia [online] http://hasan2u.blogspot.com/2011/01/definisi-berbicara.html.

Marlia. (2012). Menjadikan Keterampilan Berbicara Menjadi Sebuah profesi. Tersedia [online] http://news.unpad.ac.id/?p=10097.

Panjaitan, Mika. (2009). Keterampilan Berbicara Presentasi. Tersedia [online] http://mikapanjaitan.blogspot.com/2009/12/keterampilan-berbicara-presentasi.html.

Tarigan, Henty Guntur. (2008). Berbicara Sebagai Suatu Keteramilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar